Quantum Cinta

Buku ini menyajikan beragam refleksi tentang cinta. Ada cinta kepada Sang Maha Pemilik Cinta, cinta kepada Sang Utusan Mulia, cinta kepada sesama manusia, hingga cinta kepada alam, dan bahkan binatang. Semua tersaji bak aneka hidangan menu jiwa.
Latar belakang penulis yang heterogen menjadikan karya ini kaya warna. Tilikannya beraneka. Namun semua tegak di atas fondasi agama, ilmu dan akhlak. Begitu menggugah rasa, membangkitkan gairah. Selamat menikmati sajian menu-menu cinta.

Endorsement
“Jangan kerdilkan dirimu dengan takabur. Jangan sempitkan dadamu dengan dengki. Dan jangan keruhkan pikiranmu dengan amarah.” KH. Ahmad Mustafa Bisri, Pengasuh PP Raudlatul Thalibin Rembang

“Cinta kepada segala pernak-pernik dunia itu tidak salah dan tidak berdosa. Yang salah dan berdosa adalah jika cinta kita kepada hal-hal tersebut berlebih-lebihan, melampaui batas, dan mengalahkan cinta kepada Allah, Rasulullah, akhirat, idealisme dan kebenaran.” KH. Muhammad Dawam Saleh, Pengasuh PP Al-Islah Sendangagung Paciran Lamongan

“Kutulis kalimat-kalimat ini sebagai tanda cinta dan terima kasihku kepada guru-guruku.” Prof. Dr. Muhammad Chirzin, M.A, Guru Besar UIN Suka Kalijaga Yogyakarta

“Cintai dunia secara wajar. Ketika perasaan itu berlebihan, maka saat itulah cinta itu membutakan.” Ahmad Rifa’i Rifan, Penulis Buku Best Seller “Tuhan, Maaf Kami Sedang Sibuk”

“Rumah yang sudah kita bangun harus menjadi pusat cinta kasih, sehingga menjadi surga dalam kehidupan kita.” Dr. M. Taufiqi, National Master Trainer-Educator & Entrepreneur

Makmun Rasyid
Makmun Rasyid

Muhammad Makmun Rasyid, lahir di Medan, Sumatera Utara, 24 Oktober 1992. Ia merupakan anak kedua dari lima bersaudara yang hidup dalam kesederhanaan, bapaknya seorang PNS dan ibunya seorang ibu rumah tangga. Saat ini tinggal di Pantai Lemito, Kecamatan Lemito, Kabatupen Pohuwato, Provinsi Gorontalo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *