Profil

Muhammad Makmun Rasyid, lahir di Medan, Sumatera Utara, 24 Oktober 1992. Ia merupakan anak kedua dari lima bersaudara yang hidup dalam kesederhanaan, bapaknya seorang PNS dan ibunya seorang ibu rumah tangga. Saat ini tinggal di Pantai Lemito, Kecamatan Lemito, Kabatupen PohuwatoProvinsi Gorontalo.

Namun tidak membuat dirinya berhenti untuk belajar ke luar daerah. Pada umur 9 tahun ia menghafal Al-Qur’an sampai selesai 30 Juz, inilah yang membuatnya termotivasi untuk belajar, di saat teman-temannya sedang asyik dengan dunia permainan, ia memutuskan untuk menghafal Al-Qur’an di salah satu pondok pesantren Jakarta. Ia menempuh studi Strata Satu (S1) di Sekolah Tinggi Kulliyatul Qur`an (STKQ) Al-Hikam Depok, Jawa Barat, Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir dengan Skripsi yang berjudul “Studi Kritis Ayat-Ayat Khilafah Menurut Hizbut Tahrir Indonesia” tahun 2015. Dan strata dua-nya di Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta, Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir dengan Tesis yang berjudul “KHILÂFAH DALAM STUDI TAFSIR AL-QUR’AN (Telaah Kritis Penafsiran Rasyîd Ridhâ, Abû al-A’lâ al-Maudûdî, Sayyid Qutb dan Taqiyuddîn al-Nabhânî)” tahun 2019.

Pengembaraannya dan petualangannya tumbuh dari usia belia, sejak umur 9 tahun berpisah dengan kedua orang tua dan sanak keluarga untuk keliling Indonesia. Selalu hidup dalam lingkungan minoritas, tetapi ia optimis walau badai selalu menghantam dirinya.

Sejumlah bukunya yang sudah diterbitkan ialah Politisasi Agama (Kalimaya Publishing, 2015); Kemukjizatan Menghafal Al-Qur`an (Quanta Emk, 2015); HTI: Gagal Paham Khilafah (Pustaka Compass, 2016); Sebuah Rumah Tanpa Pintu (Al-Hikam Press, 2016); The Five Principles of Life (Tiga Serangkai, 2017); Rasulullah Way of Life (Quanta Emk, 2017); Islam Yang Mengayomi (Quanta Emk, 2018);  Harta Berharga Seorang Muslim (Tiga Serangkai, 2019); Teguhkan Jalanmu (Quanta Emk, 2019); Ramadan, Dari Kesalihan Pribadi Menuju Kesalihan Sosial (Al-Hikam Press, 2020); Say No To Khilafah! (segera terbit); Wirid Jomblo – Sebuah Pleidoi Santri (segera terbit) dan lain-lain.

Adapun buku antologinya bersama komunitas Sahabat Pena Nusantara (SPN), meliputi: Quantum Ramadhan: Cerdas Meningkatkan Kualitas Diri di Bulan Suci (Genius Media, 2015), Quantum Cinta: Aneka Hidangan Menu Jiwa (Genius Media, 2015) dan Quantum Belajar: Membangun Gelora untuk Hidup Bahagia (Genius Media, 2016), Resolusi Menulis – Menyusun Rencana Mewujudkan Karya (Akademia Pustaka, 2017), Pendidikan Karakter (Genius Media, 2017), Belajar Kehidupan dari Sosok Manusia Inspiratif (Edulitera, 2019) dan puluhan antologi lainnya. Tercatat saat ini, penulis telah menulis antologi sebanyak 40-an buah.

Ia juga mengeditori buku Israliyyat: Benih Konflik di Tanah Para Rasul (CV. Pijar Meilfi Abadi, 2015), Moderasi Cegah Dini Radikalisme dan Terorisme Menuju Masyarakat ASEAN (Al-Hikam Press, 2016), Ulama Pesantren & Cendekiawan dalam Gerakan Dakwah Aswaja Bela Negara (Al-Hikam Press, 2016), Agar Al-Qur’an Mendatangkan Hidayah (Al-Hikam Press, 2016) dan Pengajar Muda di Kota Hujan (Al-Hikam Press, 2016). Menyunting buku KH. Cholil Nafis yang berjudul Menyingkap Tabir Puasa Ramadhan (Mitra Abadi Press, 2016), Wajah-Wajah Manusia dalam Al-Qur’an (Al-Hikam Press, 2016) dan Gerakan Dakwah Aswaja Bela Negara (Al-Hikam Press, 2016).

Saat ini selain aktif menulis buku dan artikel-artikel setiap harinya, beliau mengemban amanah sebagai Pendiri Yayasan Aksara Luhur Nusantara; Founder The Centre for Indonesian Crisis Strategic Resolution (CICSR); Deputi Pengkajian Islam ID-Republikan; Direktur Litbang Pondok Pesantren Investa Cendekia Amanah Depok; Anggota Institut Hasyim Muzadi (IHM); Kepala P3KI STKQ Al-Hikam Depok; Editor Penerbit Al-Hikam Press dan Pembina Yayasan Barito 38 (Gorontalo).

Untuk konsultasi dan endorsement, bisa via [email protected]