Abah dalam Lautan Cinta

CINTA KAMI, ABAH HASYIM Mahluk yang dijuluki penebar cinta, kasih sayang dan penebar kedamaian, sekarang pergi menemui pemberi cinta sejati. Ia tidak pergi hanya pindah tempat sejati. Ia kerap digambarkan dalam beragam simbol, beraneka ragam dan pendekatan yang menempel padanya. Jamaknya, wujud rasa kasih dan cinta itu menjelma dalam pesona cinta, ia mengharubiru semua santri di seantero dunia.

Memang, pada kondratnya, cinta senantiasa berkarakteristik universal, utilatarian dan bisa hinggap pada semua relung jiwa para insan, bahkan sebuas apapun manusia itu. Cinta kami padanya tiada taranya, tak terbilang dan tak berharga. Jika ada istilah di atas harga, maka kami memilih itu untuk menyamaikan padanya.

Ketika wajah culun mendatangi dirinya, ia mengusap kepala kami satu persatu sembari mendoakan untuk kesuksesan kami. Dibimbingnya setiap hari tanpa kenal lelah dan marah. Kenakalan kami disambut senyuman bermakna darinya. Tanpa perlu berucap, kami mengerti maksud isi hatinya. Bimbingannya menyentuh relung jiwa kami. Dialah yang merubah semua sikap dan pesimisme kami menuju optimisme.

Bila sepasang muda-mudi sedang terhempas akibat gempuran anak panah asmara, maka dunia seakan milik berdua, aroma surga semerbak dari mulut mereka dan kata yang meluncur sewangi bunga. Keadaan itu melahirkan banyak ekspresi dan juga serankaian paradoks kehidupan. Begitulah cinta dua insan yang sedang dimabuk cinta. Mereka menganggap dunia begitu luas tak terbatas, tetapi pada saat yang lain, mereka mengangankan dunia dapat dilihat setipis selimut, hinga berupa jimpitan kecil di sudut alam khayal. Ditekuk seperti kaki dan membayangkan hidup terpencil di dunia sugraloka. Di ujung dunia lain.

Kami, santri-santri abah, seperti seorang yang menginginkan hidup berdua, tak ada seorang pun yang mengganggu. Cinta yang hadir dalam setiap letupan dan ujaran. Senyumannya membuat dunia hijau dan membuka sayapnya, kemudian melindungi insan yang membutuhkan perlindungan. Ujarannya bagaikan sabda Tuhan yang membaluti saraf-saraf. Ujarannya membekas dan didikannya penuh kehangatan.

Kini kasihnya, didikannya, senyumannya bahkan usapan tangannya entah ke mana perginya. Ia pindah tempat dan entah kapan berjumpa dengannya lagi. Kehidupan ini bagaikan di tengah-tengah padang pasir yang kehilangan teduhan dan kehangatan darinya. Cintanya membaut langit terpecah, menyebabkan segenap malaikat sibuk luar biasa dan raungan menghujam bumi.

Teringat akan firman Tuhan dalam hadis Qudsinya, kerap Tuhan menjemput mahluk terbaiknya, ia merindu bila lama tak bersua dengan kekasih-Nya. Syahdan pula, Dia kerapa sangat atraktif serta demonstratif jika sedang bercinta. Dia memang berbeda jika bercinta dengan mahluknya, karena Dia Yang Qidam bukan yang "hudust".

Allah, bila mencinta seorang hamba. Dia akan memanggil malaikat Jibril AS, lalu berfirman: Aku mencintai si Fulan, maka cintailah dia!. Malaikat Jibril pun mencintainya dan menyeru arasy ke langit dunia, katanya: Allah mencintai fulan, kalian semua cintailah dia. Maka penghuni langit pun mencintainya. Tuhan, begitu cepat engkau memanggil kekasih kami bersama.

Engkau telah memanggilnya dan memindahkan tempatnya ke tempat yang suci. Kami sedih dan menangis kehilangan sosok yang kami cintai. Entah kepada siapa lagi, kami harus meneladani selama di dunia ini. Sosok penyelamat hidup kami. Seorang sosok yang tak kenal lelah mengeja kehidupan dan membeberkan pengalaman hidupnya. Ulama yang kami banggakan dan rindukan selalu. Dalam proses perjuangannya, Engkau memanggilnya. Tuhan, jangan biarkan kami sendiri meneruskan perjuangannya dan membumingkan pemikirannya. Sang penebar kedamaian dan pembawa cerah itu kini telah tiada. Doa kami menyertaimu selalu.

Makmun Rasyid
Makmun Rasyid

Muhammad Makmun Rasyid, lahir di Medan, Sumatera Utara, 24 Oktober 1992. Ia merupakan anak kedua dari lima bersaudara yang hidup dalam kesederhanaan, bapaknya seorang PNS dan ibunya seorang ibu rumah tangga. Saat ini tinggal di Pantai Lemito, Kecamatan Lemito, Kabatupen Pohuwato, Provinsi Gorontalo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *